Beranda Politik Warga Cianjur Antusias Saksikan Pagelaran Wayang Golek Empat Pilar

Warga Cianjur Antusias Saksikan Pagelaran Wayang Golek Empat Pilar

8
0


COBLOS.net – Ratusan warga masyarakat Desa Gunung Sari dan sekitarnya, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga orang tua, yang antusias memenuhi lapangan Lapangan Kampung Panyebrangan. Mereka antusias ingin menyaksikan pagelaran wayang golek empat pilar.

Udara dingin dan cuaca gerimis tak menyurutkan niat warga desa yang masuk dalam Sukanagara, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Tak hanya wayang, ada juga pencak silat, tari jaipong, rempak gendang.

Wayang golek yang popular dengan tokoh Cepot, malam itu mengusung tema ‘Tunas Bangsa Punggawa Seni Sunda’ dihadiri anggota MPR Djoni Rolindrawan, Kepala Bagian Pemberitaan, Hubungan Antar Lembaga dan Layanan Informasi Biro Humas, Muhamad Jaya. Serta hadir pula Camat Sukanagara, dan Kepala Desa Gunung Sari serta ratusan masyarakat yang sangat antusias menyaksikan pagelaran ini.

Mewakili pimpinan MPR, Djoni Rolindrawan saat memberi sambutan dan sekaligus membuka pagelaran ini menyatakan, kehadirannnya di Desa Gunung Sari ini adalah untuk menyampaikan Sosialisasi Empat Pilar MPR.

Sosialisasi Empat Pilar, menurut Djoni, dilakukan dengan beragam metode, salah satunya lewat pagelaran seni budaya tradisional wayang golek ini. Khusus untuk pagelaran seni budaya, tidak hanya seni budaya Sunda (wayang golek), melainkan juga dengan beragam seni budaya daerah lain di Indonesia.

“Karena, MPR melaksanakan kegiatan ini, selain untuk menyosialisasikan Empat Pilar, juga untuk ikut memberdayakan dan melestarikan seni budaya tradisional agar terhindar dari ancaman kepunahan,” tutur Djoni.

Menjawab pertanyaan dari ikon wayang golek itu, Djoni menjelaskan, sosialisasi Empat Pilar merupakan amanat UU MD3 yang menugaskan pimpinan MPR untuk memasyarakatkan Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Sosialisasi dilakukan dengan berbagai metode, salah satunya lewat pagelaran seni budaya wayang golek ini.

Sementara itu Kepala Bagian Pemberitaan, Hubungan Antar Lembaga dan Layanan Informasi Biro Humas, Muhamad Jaya, selaku ketua penyelenggara, dalam laporannya mengatakan, pagelaran seni budaya wayang golek ini diharapkan dapat menghibur masyarakat. Wayang golek sengaja dipilih, karena MPR tahu bahwa di Desa Gunung Sari ini masih banyak warga masyarakat yang menggemari wayang golek.
Menurut pria yang akrab dipanggil Jaya, pentas wayang golek digelar dalam rangka Sosialisasi Empat Pilar MPR. Bukan hanya wayang golek, MPR juga melakukan Sosialisasi Empat Pilar dengan beragam metode seperti Seni Budaya, FGD, Seminar, Debat, Diskusi.

“Jadi MPR juga melakukan Sosialisasi Seni Budaya yang sesuai dengan jenis seni budaya lokal masing-masing daerah,” tuturnya.

Menurut Jaya, MPR menggunakan seni budaya sebagai media sosialisasi bukan tanpa alasan, selain sebagai tontonan yang memang digemari masyarakat, juga banyak berisi tuntunan yang mengandung nilai-nilai filosofis.

“Dalam pertunjukan itu, ada juga nilai-nilai Pancasila yang berisi ajakan kebaikan dalam menjalani kehidupan bermasyarakat dan bernegara,” ujarnya

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Gunawan Wibisono



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here