Beranda Politik Soal Rekomendasi PSU di Malaysia, KPU bakal Lakukan 5 Hal Ini Dulu

Soal Rekomendasi PSU di Malaysia, KPU bakal Lakukan 5 Hal Ini Dulu

12
0


COBLOS.net – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) merekomendasikan dilakukan pemungutan suara ulang (PSU) dengan metode pos. Hal ini menyusul adanya surat suara tercoblos di Selangor, Malaysia.

Menanggapi hal tersebut, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti rekomendasi dari Bawaslu. Namun sebelum rekomendasi itu dijalankan, KPU terlebih dahulu melakukan lima hal.

Pertama, ‎KPU akan melakukan konfirmasi atas barang bukti yang dimiliki oleh Panwaslu Kuala Lumpur. Termasuk juga melakukan konfirmasi atas ditemukannya surat suara yang sah.

Kedua, KPU akan melakukan identifikasi jumlah pemilih dengan metode pos untuk memperhitungkan jumlah dan waktu yang dibutuhkan untuk menyediakan surat suara.

“Ketiga‎ memerintahkan PPLN Kuala Lumpur hanya menghitung hasil pemungutan suara metode KSK (Kotak Suara Keliling) dan metode mencoblos di TPS dalam kegiatan penghitungan suara sebagaimana telah dijadwalkan,” ujar Wahyu saat konfrensi pers di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (17/4) dini hari.

Proses selanjutnya adalah pemberhentian sementara terhadap Anggota PPLN Kuala Lumpur atas nama Djadjuk Natsir yang juga sebagai staf di KBRI. KPU akan melaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

“Itu berdasarkan hasil klarifikasi yang telah dilakukan oleh KPU terkait profesionalitas dalam melaksanakan tugas,” katanya.

Pun terhadap Anggota PPLN yang juga Wakil Duta Besar Indonesia di Malaysia, Krishna K.U. Hannan. KPU menindaklanjuti rekomendasi Bawaslu dengan melaporkan yang bersangkutan ke DKPP.

“Karena kedudukannya berpotensi menimbulkan konflik kepentingan,” pungkasnya.

Sebelumnya, ‎ Anggota Bawaslu, Rahmad Bagja mengatakan pihaknya merekomendasikan pemungutan suara ulang lewat metode pos di Kuala Lumpur, Malaysia. Rekomendasi ini disampaikan untuk memenuhi hak pilih masyarakat, serta menjaga integritas pemilu di Kuala Lumpur.

“Pemungutan suara terbatas pada metode pos dengan jumlah pemilih terdaftarnya 319.193 pemilih , karena ditemukan data pemilu jumlah Surat Suara yang melalui pos tercatat seperti itu oleh PPLN (Panitia Pemilihan Luar Negeri),” ujar Bagja di Kantor Bawaslu, Jakarta, Selasa (16/4).

Bagja melanjutkan, Bawaslu juga merekomendasikan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mengganti PPLN sebanyak dua orang, atas nama Krisna K.U Hannan yang juga sebagai Wakil Duta Besar Indonesia di Malaysia dan Djajuk Nashir yang diketahui sebagai staf di KBRI.

“Bawaslu merekomendasikan keduanya untuk diberhentikan dari PPLN, untuk menjaga profesionalita dalam penyelenggara Pemilu di Kuala Lumpur agar berjalan dengan baik,” katanya.

Adapun kasus ini bermula ‎munculnya video viral di jejaring WhatsApp yang merekam penggerebekan sekelompok orang ke lokasi yang diduga tempat penyeludupan surat suara di kawasan Bangi, Selangor, Malaysia. Dalam video itu, orang yang melakukan penggerebekan tampak kesal dengan temuan suara di lokasi.

Surat suara di lokasi penggerebekan telah tercoblos untuk pasangan capres dan cawapres Jokowi- Ma’ruf Amin, dan surat suara pileg untuk dua caleg Partai Nasdem dari Dapil Jakarta II yang meliputi Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan luar negeri dengan caleg nomor urut 3 atas nama Achmad, dan Davin Kirana nomor urut 2.

Editor : Imam Solehudin

Reporter : Gunawan Wibisono



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here