Beranda Politik OTT Pria Pembawa Amplop Putih di Depan Posko M Taufik, Polri: Masih...

OTT Pria Pembawa Amplop Putih di Depan Posko M Taufik, Polri: Masih Ditangani

12
0


COBLOS.net – Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Jakarta Utara melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap seorang bernama Carles Lubis di depan kediaman Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M. Taufik, Senin (15/4) sekitar pukul 17.30 WIB. Penangkapan tersebut diduga karena terlibat politik uang.

Ketua Bawaslu Jakarta Utara, Mochamad Dimyati membenarkan, penangkapan itu dilakukan di Posko Pemenangan M. Taufik di wilayah Warakas, Jakarta Utara.

“Ya, tertangkap sekitar pukul 17.30 WIB di wilayah Warakas, di depan rumah Pak Taufik,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (16/4).

Kendati demikian, dirinya belum bisa menyampaikan secara rinci mengingat dirinya harus mendalami kronologi penangkapan pelaku oleh petugas Bawaslu Jakarta Utara.

Kendati demikian, berdasarkan informasi, saat pria tersebut diamankan tidak ada politisi Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta di lokasi.

Sehingga, belum dipastikan apakah M. Taufik terlibat praktik politik uang atau tidak. Pada saat Carles diamankan, petugas menyita amplop putih berisi uang. Akan tetapi, belum dicek berapa jumlah nominal isi amplop tersebut.

“Barang bukti sudah ada, yaitu berupa amplop warna putih. Isinya berapa, kami belum tahu,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu DKI Jakarta, Muhammad Jufri membenarkan kabar OTT tersebut. Menurutnya, informasi itu diterima tadi malam dari Bawaslu Jakarta Utara soal penangkapan diduga praktik politik uang di depan rumah M. Taufik.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik. (Dok COBLOS.net)

“Sekarang masih mendalami. Saya pun sedang ke sana (Jakarta Utara) untuk mengetahui kronologi kejadiannya,” ujarnya.

Pihak Kepolisian belum menerima pelimpahan perkara yang diduga politik uang itu. Sebab, kasus ini masih ditangani Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu).

“Panwaslu hari ini melakukan asesmen, ketika hari ini ditemukan pidananya maka segera dilimpahkan ke Gakkumdu,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di kantornya, Jakarta, Selasa (16/7).

Gakkumdu sendiri memiliki proses 14 hari untuk meneliti kasus tersebut setelah menerima laporan dari Panwaslu. “14 hari proses semuanya yang dilakukan Gakkumdu sampai tahap 2. Baru proses persidangan. Itu harus cepat prosesnya,” sebut Dedi.

Di sisi lain dia menerangkan, sejauh ini tercatat ada 35 kasus money politics yang ditangani pihak Kepolisian pada masa tenang kampanye. Tiga diantaranya sudah ke naik ke proses penyidikan.

“Kalau yang ini (Charles) belum masuk karena baru tadi malam. Panwaslu memiliki waktu asesmen 24 jam,” pungkas Dedi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak COBLOS.net masih mencoba mengkonfirmasi perihal OTT itu kepada M Taufik. Akan tetapi, belum ada tanggapan dari Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta itu.

 



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here