Beranda Pemilihan KPU Sebut 17,5 Juta Pemilih Bermasalah Laporan BPN Sudah Berstatus Wajar

KPU Sebut 17,5 Juta Pemilih Bermasalah Laporan BPN Sudah Berstatus Wajar

9
0

COBLOS.net, Jakarta – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Viryan Aziz mengatakan, 17,5 juta data di DPT yang dilaporkan janggal oleh Badan Pemenang Nasional (BPN) Prabowo-Sandi sudah berstatus wajar. Hal itu ia katakan usai pihaknya melakukan verifikasi terhadap data tersebut.

“Data pemilih 17,5 juta adalah wajar dan apa adanya karena regulasi atau kebijakan pencatatan sipil. Temuan lapangan menguatkan hal tersebut dan 1.604 sampel, 1.584 (98,75 %) terverifikasi faktual ada orangnya. Sebanyak 20 sampe (1,25 %) tidak ada orangnya dan telah dicoret,” kata Viryan di Kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Senin (15/4/2019).

Viryan menyebut, 17,5 juta adalah jumlah pemilih yang memiliki tanggal dan bulan lahir 1 Januari, 1 Juli, dan 31 Desember yang menjadi bagian dari DPTHP-2 Pemilu 2019 yang diduga bermasalah.

“Terhadap dugaan DPT 17,5 juta bermasalah, KPU telah menyelesaikan dengan berkoordinas dengan Dukcapil dan telah dijelaskan bahwa pencatatan administrasi kependudukan awal tahun 1970-an dan saat menggunakan SIMDUK sebelum tahun 2004, semua penduduk yang lupa atau tidak tahu tanggal lahirnya, ditulis 31 Desember. Sejak berlakunya SIAK tahun 2004, penduduk yang lupa atau tidak ingat tanggal lahirnya, ditulis 1 Juli,” bebernya.

Selain itu, pihaknya juga melakukan verifikasi faktual oleh KPU Kabupaten/Kota terhadap tiga kelompok data tersebut secara acak dan sederhana. Setiap KPU Kabupaten/Kota mengambil sampel dengan cara pengundian dihadiri perwakilan TKN 01, BPN 02 dan Bawaslu.

“Hasil verifikasi faktual dari total sampel 1.604 pemilih sebanyak 1.405 (87,59 %) ada dan data benar, 105 (6,55 %) ada dan data diperbaiki, 74 (4,61 %) ada dan data kependudikan belum cetak/hilang, 16 (1 %) ada dan data tidak memenuhi syarat , 4 (0,25 %) tidak ada dan data tidak memenuhi syarat,” jelasnya.

KPU melakukan FGD dengan ahli demografi dan statistik dari Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, dan Universitas Gajah Mada,” sambung Viryan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here