Beranda Pemilihan Ditanya Menang Jokowi atau Prabowo, Idrus: Nah, Susah Ini

Ditanya Menang Jokowi atau Prabowo, Idrus: Nah, Susah Ini

12
0


COBLOS.net – Mantan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham tampak antusias dalam memberikan hak pilihnya di pemilu 2019. Idrus tercatat sebagai pemilih tetap di TPS 012, Kelurahan Guntur, Kecamatan Setia Budi, Jakarta Selatan.

Idrus tampak mengenakan kemeja lengan pendek bewarna putih dan celana panjang putih. Dia melempar senyum kepada awak media dan mengacungkan jempol saat hendak menerima kertas suara.

Beberapa menit di bilik suara Idrus melangkah menuju kotak suara. Dia memasukkan kertas suara ke kotak untuk pemilihan Presiden dan Wakil Presiden serta kotak suara untuk DPD RI.

Usai nyoblos, mantan Menteri Sosial (Mensos) itu ditanya wartawan terkait pemilihan hari ini. Dia mengungkapkan satu suara adalah hal yang berharga untuk menentukan masa depan Indonesia lima tahun kedepan.

“Karena hak pilih kita ini, meskipun satu suara itu memiliki arti penting bagi masa depan bangsa Indonesia,” kata Idrus di Rutan K4 KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (17/4).

Idrus mengaku semangatnya untuk mengikuti pemilu 2019 tidak surut meskipun kedua tangannya diborgol. Menggunakan hak pilih menjadi alasannya untuk datang ke TPS.

“Itulah sebabnya kami (para tahanan) datang (mencoblos). Apapun, kami diborgol atau apa, ndak ada masalah. Tapi, karena kami ingin menggunakan hak pilih kami,” jelasnya.

Saat ditanya maksud dari pakaian serba putihnya hari ini, Idrus enggan menjawab. Kemudian, apakah Idrus yakin Jokowi-Ma’ruf bakal menang, menurutnya pertanyaan itu sulit untuk dijawab.

“Nah, ini susah ya,” imbuh Idrus sambil tersenyum dan masuk ke mobil tahanan.

Untuk diketahui, Idrus merupakan terdakwa kasus suap kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang (PLTU Riau-1. Idrus Marham didakwa terima miliaran rupiah dari mantan pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo.

Jaksa mendakwa Idrus menerima uang suap dari Johannes sejumlah Rp 2,25 miliar. JPU mengungkapkan pemberian uang tersebut diduga sebagai pemulus supaya Eni membantu Johannes dalam memuluskan lanhkahnya untuk memperoleh proyek Independent Power Producer (IPP) PLTU Riau-1.



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here